MAKALAH
MEMAHAMI
KARYA TULIS ILMIAH
![]() |
Disusun Oleh :
KELOMPOK 8_IA Perbankan Syariah
|
170502022
|
ALDA RIZMAH
APRIANINGSIH
|
|
170502017
|
BAIQ
KHAIRUNNISA ANINDIA PUTRI
|
|
170502011
|
ARTA
ANGGRIANI HARIATI
|
|
170502027
|
HESTI
ANARDIYANTI
|
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
2017/2018
Kata Pengantar
![]() |
Puji dan syukur dipanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha
Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga dengan semangat yang
ada penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Memahami Karya Tulis Ilmiah”.
Shalawat
serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. beserta para
pengikutnya. Penulis mengucapkan Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah
SWT. yang selalu melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan karya tulis ini dengan lancar. Penulis menyadari karya tulis ini
tidak akan selesai tanpa bantuan dari beberapa pihak. Semoga dengan selesainya
makalah ini dapat menambah ilmu kita khususnya dalam hal menulis karya tulis
ilmiah.
Hormat
Kami
Kelompok
8
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang.................................................................................................
1
B.
Rumusan Masalah............................................................................................
1
C.
Maksud Dan Tujuan.........................................................................................
1
BAB II PEMBAHASAN
A.
PengertianKarya Tulis Ilmiah............................................................................ 2
B.
Hakikat Karya tulis Ilmiah................................................................................
3
C.
Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah...........................................................................
3
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan....................................................................................................
14
B.
Saran…………………………………………………………………………14
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................ 15
BAB
1
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Karya ilmiah merupakan
karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang
dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal
secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis
untuk mencari jawaban mengenai suatu hal dan untuk membuktikan kebenaran
tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Maka sudah selayaknyalah,
jika tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual)
dan belum pernah ditulis orang lain. Jikapun, tulisan tersebut pernah ditulis
dengan tema yang sama, tujuannya adalah sebagai upaya pengembangan dari tema
terdahulu. Disebut juga dengan penelitian lanjutan. Tradisi keilmuan menuntut
para calon ilmuan (mahasiswa) bukan sekadar menjadi penerima ilmu. Akan tetapi
sekaligus sebagai pemberi (penyumbang) ilmu. Dengan demikian, tugas kaum
intelektual dan cendekiawan tidak hanya dapat membaca, tetapi juga harus dapat
menulis tentang tulisan-tulisan ilmiah. Apalagi bagi seorang mahasiswa sebagai
calon ilmuan wajib menguasai tata-tata cara menyusun karya ilmiah. Ini tidak
terbatas pada teknik, tetapi juga pkaktik penulisannya. Kaum intelektual jangan
hanya pintar bicara dan “menyanyi” saja, tetapi juga harus gemar dan pintar
menulis. Istilah karya ilmiah disini adalah mengacu pada karya tulis yang
menyusun dan penyajiannya didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah.
Di lihat dari panjang dan pendeknya atau kedalaman uraian, karya tulis ilmiah
dibedakan atas makalah (paper) dan laporan penelitian. Dalam penulisan, baik
makalah maupun laporan penelitian, didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja
ilmiah.
B. RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa pengertian
dari karya tulis ilmiah ?
2.
Apa hakikat
karya tulis ilmiah ?
3.
Apa saja
kegunaan karya tulis ilmiah ?
4.
Apa
syarat-syarat karya tulis ilmiah
5.
Bagaimana
sistematika karya tulis ilmiah ?
6.
Apa saja
jenis-jenis karya tulis ilmiah ?
C. TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah ini
adalah untuk mengetahui pengertian karya tulis ilmiah, hakikatnya,
kegunaannya, syarat-syarat, dan
sistematika serta jenis-jenis karya tulis ilmiah.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
KARYA TULIS ILMIAH
Karya tulis ilmiah adalah karangan ilmu
pengetahuan yang menyajikan fakta umum yang ditulis atau dikerjakan sesuai
dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman dan konvensi ilmiah yang telah
disepakati atau ditetapkan. Karya tulis ilmiah merupakan suatu sajian bentuk
karangan yang dinamis. Karya tulis ilmiah bukan sebuah “pakem” keilmuan
sehingga penyajiannya harus menuntut sesuatu yang statis dari waktu ke waktu.
Diantarannya pengertian karya ilmiah menurut
beberapa ahli :
1. Brotowodjoyo
Karya ilmiah merupakan karangan
ilmu pengetahuan yang menampilkan fakta dan dibuat dengan menggunakan
metodelogi penulisan yang baik dan benar.
2. Eko
Susili M
Karya ilmiah merupakan suatu
tulisan ataupun karangan didapatkan sesuai dengan sifat keilmuannya dan
didasari dari berbagai hasil pengamatan, penelitian, dan peninjauan terhadap
bidang ilmu tertentu, yang disusun dengan menggunakan metode tertentu dengan
memperlihatkan sistematika penulisan yang baik dan santun, serta dapat
dipertanggungjawabkan keilmuannya.
3. Jones
Karya ilmiah merupakan karangan
ilmiah yang ditinjukan untuk masyarakat tertentu ataupun professional yang
biasanya bersifat karya ilmiah tinggi.
4. Herry
Firman
Karya ilmiah merupakan laporan
berupa tulisan yang dipublikasikan ataupun dipaparkan hasil pengkajian ataupun
penelitian yang telah dilakukan, yang dalam penulisannya memperhatikan kaidah
dan etika keilmuan yang berlaku di masyarakat keilmuan.
Ø Ciri-ciri
karya ilmiah
Achmad
mengemukakan 12 ciri karya ilmiah sebagai berikut:
1. Logis,
artinya segala keterangan yang di sajikan dapat diterima oleh akal;
2. Sistematis,
segala yang dikemukakan disusun dalam urutan yang memperlihatkan adanya kesinambungan;
3. Objektif,
artinya segala keterangan yang dikemukakan menurut apa adanya;
4. Lengkap,
segi-segi masalah yang diungkapkan itu dikupas selengkap-lengkapnya;
5. Lugas,
artinya pembicaraan langsung kepada hal pokok;
6. Saksama,
maksudnya berusaha menghindarkan diri dari kesalahan seberapa pun kecilnya;
7. Jelas,
segala keterangan yang dikemukakan dapat mengungkapkan maksud secara jernih;
8. Kebenarannya dapat diuji (empiris);
9. Terbuka, yakni konsep atau pandangan keilmuan
dapat berubah seandainya muncul pendapat baru;
10. Berlaku umum, yaitu
semua simpulan-simpilannya berlaku bagi semua populasinnya;
11. Penyajian
menggunakan ragam bahasa ilmiah dan bahasa tulis yang lazim;
12. Tuntas,
artinya segala masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.
B. HAKIKAT
KARYA TULIS ILMIAH
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang
menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis,
disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahsa baku, serta
didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti empirik.
Tujuan penulisan karya ilmiah, antara lain
:
1. Untuk
menyampaikan gagasan
2. Memenuhi
tugas dalam studi
3. Untuk
mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan
4. Untuk
menyebarluaskan ilmu pengetahuan atau
hasil penelitian.
Karya ilmiah dapat berfungsi sebagai
rujukan, untuk meningkatkan wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan.
Bagi penulis, menulis karya ilmiah bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan
membaca dan menulis, berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikannya
secara sistematis, memperluas wawasan, serta member kepuasan inteletual, di
samping menyumbang terhadap perluasan cakrawala ilmu pengetahuan.
C. JENIS-JENIS KARYA
TULIS ILMIAH
Karya
ilmiah dapat dibedakan beberapa jenis, yaitu (1) laporan penelitian, yang
meliputi skripsi, tesis, dan disertasi, (2) artikel, (3) dan makalah.
1. Artikel
Artikel adalah sebuah
tulisan yang isinya fakta berikut masalah-masalah yang saling berkaitan diikuti
dengan pendirian sebjektif yang disertai argementasi berdasarkan teori keilmuan
dan data-data empiris yang mendukung pendirian itu. Artikel dapat dibedakan
menjadi 2 macam, yaitu artikel ilmiah dan artikel popular. Yang pertama
biasanya dikirim ke majalah ilmiah atau jurnal, sedangkan yang kedua biasanya
dikirim ke media cetak seperti Koran. Artikel ilmiah ini pun masih dapat
dibedakan atas 2 macam, yaitu artikel ilmiah yang berupa rangkuman hasil
penelitian dan artikel ilmiah yang berupa kajian pustaka.
Ø Unsur-Unsur
Artikel Hasil Penelitian
1.
Judul
Judul merupakan nama
sebuah tulisan atau karangan. Dari judul orang dapat menangkap esensi tulisan
tersebut. Untuk mencapai maksud itu, judul hendaknya dapat memenuhi beberapa
kaidah yaitu, singkat (tidak lebih dari pada 15 kata), jelas, gramatikal, disusun
dalam bentuk frasa bukan kalimat, tidak menggunakan singkatan atau akronim
(kecuali yang sudah dikenal oleh umum), dan ditulis sesuai dengan ejaan yang
resmi berlaku (EYD).
2.
Baris kepemilikan
Pada umunya, baris kepemilikan terdiri
atas 2 unsur, yaitu nama pengarang dan nama lembaga penulis (peneliti). Dalam
kaitannya dengan nama pengarang, cantumkanlah nama yang secara nyata terlibat
dalam keseluruhan kegiatan penelitian. Dengan kata lain, yang dicantumkan
namanya adalah mereka yang berhak mendapatkan kredit kepengarangan artikel
tersebut. Nama hendaknya ditulis secara lengkap, tetapi tidak disertai pangkat,
kedudukan, dan gelar akademik.
3. Abstrak
Abstrak merupakan
kependekan yang secara lengkap, komprehensif dan jelas menerangkan keseluruhan
isi tulisan. Kehadiran abstrak sangat penting dalam suatu artikel karena dapat
memberikan gambaran kepada pembaca apakah karya tersebut perlu dibaca atau
tidak. Ada beberapa penyusunan absrak, antara lain (1) memungkinkan pembaca
dapat mengetahui isi dokomen dengan cepat dan tepat sehingga pembaca tidak
perlu membaca aslinya; (2) menghemat waktu dalam menelusuri informasi karena
membaca abstrak lebih mudah dari pada membaca aslinya; (3) penyebaran informasi
dengan abstrak lebih mudah dibandingkan dengan dokumen aslinya.
4.
Kata Kunci
Kata kunci adalah kata pokok yang menggambarkan
daerah masalah yang diteliti atau istilah-istilah yang merupakan dasar
pemikiran gagasan dalam karangan asli berupa kata tunggal atau kelompok kata.
5. Pendahuluan
Bagian pendahuluan suatu
artikel hasil penelitian memegang peran penting dalam upaya mengantarkan
pembaca kepada isi artikel. Di samping itu, bagian pendahuluan juga berfungsi
untuk menarik perhatian pembaca. Sebab itu, dalam bagian pendahuluan hendaknya
dikemukakan latar belakang penelitian, masalah penelitian, tujuan penelitian,
rangkuman kajian teori, dan manfaat penelitian.
6.Metode
Penelitian
Pada prinsipnya, bagian
ini melaporkan bagaimana penelitian yang dilaporkan dilaksanan. Bagian metode
penelitian meliputi 3 bagian pokok. Bagian pertama biasanya menggambarkan
subjek penelitian, individu yang diobservasi atau yang dijadikan sumber
informasi untuk menjawab masalah penelitian, dan cara mereka ditetapkan. Bagian
kedua difokuskan pada metode dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan
informasi dari subjek penelitian, yang meliputi deskripsi instrumen dan
prosedur pengembangannya serta penerapannya. Bagian ketiga berisi teknik analis
data.
7.
Hasil Penelitian dan pembahasan
Inti suatu artikel
tampak pada bagian hasil penelitian karena pada bagian ini disugukan data dan
informasi yang ditemukan peneliti serta dipakai sebagai dasar penyimpulan,
perampatan, dan bahkan penyusunan teori baru.
Selanjutnya, pembahasan
merupakan bagian terpenting artikel hasil penelitian. Melalui bagian ini, akan
tampak kadar penguasaan peneliti terhadap masalah yang ditelitinya dan
cakrawala pengetahuannya.
8. Penutup
Bagian penutup suatu
artikel hasil penelitian biasanya memuat simpulan dan saran. Bagian simpulan
menyajikan ringkasan uraian tentang hasil penelitian dan pembahasan.
Selanjutnya, saran dapat mengacu pada tindakan praktis pengembangan teori baru
dan penelitian lanjutan.
9. Daftar
Pustaka
Dalam menulis daftar
pustaka suatu artikel, perlu dilihat kembali petunjuk pada berkala yang akan
dituju. Pelajari apakah berkala memperkenankan pencantuman bibliografi lengkap
atau hanya membatasi pada pustaka yang diacu. Hendaknya diingat bahwa dalam
menulis nama pengarang, gelas akademis ditinggalkan. Adapun urutan penulisannya
adalah nama pengarang, tahun penerbitan, judul buku atau majalah, tempat terbit
dan nama penerbit.
Ø Unsur-Unsur
Artikel kajian Pustaka
Artikel kajian pustaka
yang sering disebut kenseptual atau artikel nonpenelitian adalah artikel yang
memuat hasil pemikiran penulis atas suatu permasalahan yang dituangkan dalam
bentuk tulisan.
Artikel yang berupa
kajian pustaka biasa terdiri atas beberapa unsur, yaitu (1) judul, (2) baris
kepemilikan, (3) abstrak, (4) kata kunci, (5) pendahuluan, (6) pembahasan, (7)
penutup, dan (8) daftar pustaka (rujukan).
Bedanya, pada artikel kajian pustaka tidak terdapat unsur metode
penelitian dan unsur hasil penelitian beserta pembahasannya. Namun, pada
artikel kajian pustaka terdapat unsur pembahasan yang merupakan bagian inti
artikel. Oleh karena itu, kaidah yang dikemukakan di sini hanyalah kaidah yang
menyangkut unsur pembahasan yang tidak terdapat pada artikel hasil penelitian.
Karya
ilmiah yang berupa artikel adalah tulisan yang isinya berupa fakta berikut
masalah-masalah yang saling berkaitan diikuti dengan pendirian subjektif yang
disertai dengan argumentasi berdasarkan teori keilmuan dan data-data empiris
yang mendukung pendirian itu. Ditinjau dari segi teknik penulisan dan media
yang akan dituju, artikel dapat dibedakan ata dua macam, yaitu artikel ilmiah
dan artikel popular. Artikel ilmiah dapat dibedakan atas dua macam, yaitu
artikel ilmiah yang berupa rangkuman hasil penelitian dan artikel ilmiah yang
berupa kajian pustaka. Dalam penulisan suatu artikel ilmiah hasil penelitian,
perlu diperhatikan beberapa kaidah yang meliputi perumusan judul, penulisan
garis pemilikan, penyusunan abstrak dan kata kunci, pendahuluan, metode
penelitian, penutup, hasil dan pembahasan, serta daftar pustaka. Selanjutnya,
kaidah yang menyangkut penulisan artikel penulisan artikel kajian pustaka
meliputi judul, baris kepemilikan, abstrak dan kata kunci, pendahuluan,
pembahasan, penutup, dan daftar pustaka.
2. Makalah
a. Pengertian
makalah
Makalah adalah karya
tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang
ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan
objektif. Sistematikanya hampir sama dengan artikel ilmiah, terdiri antara tiga
bagian pokok, yaitu pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Kalau artikel
biasanya dimuat atau disajikan dalam sebuah jurnal, makalah disajikan dalam
sebuah forum yang berupa seminar.
b. Ciri-Ciri Makalah
Achmad menyatakan bahwa
makalah memiliki beberapa ciri seperti dikemukakan di bawah ini :
1. Logis,
maksudnya keterangan, uraian, pandangan, dan pendapat dapat dikaji,
dibuktikan, dan diterima secara rasio.
2. Objektif,
artinya bahwa hal itu mengemukakan keterangan dan penjelasan apa adanya.
3. Sistematis,
artinya bahwa sesuatu yang disampaikan disusun secara runtun dan
berkesinambungan.
4. Jelas,
artinya keterangan, pendapat, dan pandangan jelas dan tidak membingungkan.
5. Kebenarannya
dapat diuji, artinya pernyataan, pandangan, serta keterangan yang dipaparkan
dapat diuji, berdasarkan pernyataan yang sesungguhnya.
C.
Jenis Makalah
Menurut
Achmad makalah dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu makalah biasa dan
makalah posisi. Makalah biasa dibuat penulis makalah (mahasiswa untuk
menunjukan pemahamannya terhadap pemersalahan yang dibahas.
Penulis
makalah dapat pula diminta membuat makalah untuk menunjukan posisi teoritisnya
dalam suatu kajian. Untuk malakah jenis ini penulis makalah tidak saja diminta
untuk menunjukan pengusaan tertentu tetapi juga dipersyaratkan untuk menunjukan
di pihak mana ia berdiri.
Untuk
membuat makalah posisi, mahasiswa harus membaca beberapa sumber dan dari
sumber-sumber tersebut mungkin saja mahasiswa memihak salah satu yang ada,
tetapi mungkin juga dia membuat sintesis dari pendapat yang ada. Jadi,
kemampuan analisis sintesis dan evaluasi
merupakan kemampuan yang mutlak dikuasai mahasiswa.
D. Persiapan Menulis
Makalah
1. Penentuan pokok
masalah
Penentuan pokok masalah yang akan
dibahas dalam makalah harus berhubungan dengan disiplin ilmu yang akan
dikembangkan menjadi profesi mahasiswa yang bersangkutan. Pokok masalah itu dapat
berupa hal-hal yang berkaitan dengan bidang studi yang merupakan mata kuliah
komponen jurusan dan fakultas. Dalam penentuan pokok masalah ini yang harus
diperhatikan adalah hal-hal sebagai berikut :
Ø Menentukan
topik
Ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan dalam menetapkan topik makalah:
1.
Topik dapat
dikembangkan dan bermanfaat untuk dijadikan makalah. Misalnya, topik Upacara
tiap hari Senin pagi. Topik ini kurang bermanfaat. Akan lebih bermanfaat jika
dialihkan menjadi Pelatihan Kepemimpinan di Sekolah. Alasannya, upacara tiap
hari Senin pagi dianggap sebagai sesuatu yang telah dilaksanakan secara rutin.
Pelatihan Kepemimpinan
di sekolah, meskipun telah dilaksanakan oleh beberapa sekolahm tetapi dianggap
jarang di samping memiliki manfaat yang cukup banyak.
2.
Topik menarik
perhatian pembaca dan minat penulis. Tentunya masalah tersebut disesuaikan
dengan konteks permasalahan yang berkembang dan kemampuan penulis. Misalnya,
makalah berkaitan dengan peristiwa 28 Oktober, bisa yang berkaitan dengan
masalah bahasa Indonesia atau tentang peranan pemuda.
3.
Topik yang
dipilih harus dikuasai dan tidak terlalu dianggap asing bagi mahasiswa.
Misalnya, mahasiswa program IPS jarang memilih atau mengangkat topik tentang
IPA. Setidaknya terdapat tiga topik dalam rancangan pikiran: narkoba, bahaya
merokok, dan minuman keras. Salah satunya dapat dipilih, tergantung pada yang
dikuasai, apakah narkoba, merokok, atau bahaya minuman keras.
4.
Bahan untuk
menulis makalah mudah diperoleh sesuai dengan topik yang diinginkan. Misalnya
antara topik Bahaya Minuman Keras dan Narkoba. Sudah tentu lebih mudah
diperoleh bahan yang berkaitan dengan bahaya minuman keras, sebab di tengah
kampung hampir atau di pos jaga, atau tempat tertentu hampir setiap waktu ditemukan
kelompok remaja yang minum sampai mabuk, di samping minuman semacam itu juga
banyak beredar di masyarakat.
Ø Membatasi
Topik
Apakah topik perlu dibatasi? Apakah
terlalu luas, topik itu akan menyulitkan dalam pembahasan dan kurang menjamin mutu
makalah. Mutu makalah, selain ditentukan oleh topik, juga ditentukan oleh
pembahasannya. Topik upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, misalnya,
tentu sangat luas sehingga bisa dibatasi menjadi upaya meningkatkan mutu
pendidikan di Provinsi NTB.
2.
Sistematika
Penulisan Makalah
Yang dimaksud
sistematika penulisan makalah di sini ialah cara menetapkan unsur-unsur
permasalahan dan urutan-urutannya sehinnga merupakan kesatuan karangan ilmiah
yang tersusun secara sistematis dan logis.
a.
Rician dan Urutan
isi
Bagian awal terdiri
dari hal-hal berikut :
1.
Halaman sampul
2.
Kata pengantar
3.
Daftar isi
4.
Daftar tabel dan
gambar (kalau ada)
b. Bagian
tengah terdiri atas hal-hal berikut:
1.
Pendahuluan
2.
Uraian masalah
yang dibagi menjadi bab-bab
3.
Kesimpulan
4.
Saran
c. Bagian
terakhir terdiri atas hal-hal berikut:
1. Daftar
pustaka
Cara
Penyajian
a. Bagian
awal
b. Halaman
sampul
c. Isi
halaman judul sama dengan halaman sampul terdiri atas hal-hal berikut:
1. Judul
makalah
Beberapa kriteria judul makalah yang
baik:
v Judul
penggambaran isi
v Judul
harus singkat dan jelas
v Judul
bukan kalimat, melainkan frasa atau klausa
v Judul
menarik dan memiliki daya pikat
v Panjang
judul berkisar antara 5-15 kata
2. Nama
penulis
3. Nama
jurusan
4. Tahun
penyelesaian (Hijriah dan Masehi)
d.
Kata pengantar
Kata pengantar berisi ucapan rasa syukur dan
terima kasih kepada berbagai pihak atas terselesainya makalah. Ucapan terima
kasih itu ditulis sesudah rasa syukur dan ditunjukan kepada berbagai pihak yang
telah membantu penyelesaian makalah.
e.
Daftar isi
Daftar
isi memuat keterangan tentang pokok-pokok makalah. Di sini dicantumkan
tiap-tiap subjudul (subbagian) diberi nomor dan nomor halaman yang memuatnya.
f.
Bagian tengah
1.Pendahuluan
Isi pendahuluan merupakan penjelasan yang erat hubungannya
dengan masalah yang dibahas dalam bab-bab.
2.
Alasan pemilihan pokok masalah
3.
Perumusan
masalah disertai latar yang sesuai
4.
Prosedur
pemecahan masalah dijelaskan dengan menyebutkan metode-metode yang dipakai dan
tata kerja yang akan ditempuh oleh penulis
5.
Sumber-sumber
yang ada relevansinya dan dapat dipertanggungjawabkan untuk menyelesaikan
masalah
6.
Rangkuman
makalah yang disusun secara singkat dan padat
g.
Bab-bab pengurai
Uraian
makalah harus memuat tafsiran-tafsiran analisis terhadap data yang terkumpul
dan yang merupakan jawaban terperinci atas persoalan yang berhubungan dengan
pokok-pokok pembahasan penulis secara proporsional. Uraian tentang hal-hal yang
bersifat teoritis yang datanya sebagian besar diperoleh dari hasil penelitian
kepustakaan ditempatkan pada permulaan penguraian masalah.
h.
Kesimpulan
Kesimpulan ditarik dari
pembuktian atau dari uraian yang ditulis terdahulu dan berkaitan dengan pokok
masalah. Dengan demikian, tidak dapat dibenarkan apabila sesuatu yang dibahas
dalam bab-bab penguraian diambil sebagai kesimpulan.
Kesimpulan bukanlah
merupakan ikhtisar dari apa yang ditulis terdahulu. Ikhtisar dapat dilakukan, tetapi
dengan tujuan mencapai hubungan antara sekelompok data dan pokok masalah agar
sampai pada kesimpulan tertentu. Bab ini juga dapat memuat uraian yang menunjukan
proses pemikiran untuk sampai kepada kesimpulan itu. Data atau informasi baru
tidak dapat dimasukkan dalam bab kesimpulan ini.
i.
Bagian Terakhir
Bagian terakhir adalah
daftar pustaka. Semua sumber kepustakaan, baik berupa ensiklopedia buku,
majalah, atau surat kabar perlu disusun dalam daftar khusus yang diletakkan
pada akhir makalah.
3.
Laporan
Penelitian
Laporan penetian adalah
laporan ilmiah lengkap dari suatu penelitian setelah kegiatan penelitian
berakhir, sebagai pertanggungjawaban ilmiah dan sebagai dokumen tertulis
lengkap dari kegiatan penelitian. Dalam laporan penelitian, peneliti memaparkan
berbagai langkah yang telah dilakukan selama penelitian dan apa saja hasil yang
telah ditemukn dari kegiatan penelitian. Dengan demikian, laporan penelitian
merupakan media bagi peneli mengkomunikasikan pelaksanaan penelitian serta
hasil-hasilnya kepada orang lain.
Laporan
penelitian meliputi :
1.
Skripsi
Skripsi adalah istilah
yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa
paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu pemersalahan
atau fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang
berlaku.
Skripsi
bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai
dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang
mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya
dalam memahami, menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan masalah yang
berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan
persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan tinggi
Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia.
2.
Tesis
Tesis
merupakan pernyatan atau teori yang didukung oleh argumen yang dikemukakan
dalam karya tulis ilmiah; untuk mendapatkan gelar kesarjaanan pada perguruan tinggi. Tesis juga dapat berarti
sebagai karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa. Tesis merupakan bukti
kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah
satu bidang keilmuan dalam pendidikan sesuai yang telah dipelajari.
3.
Disertasi
Disertasi adalah karya
tulis ilmiah resmi akhir seoarang mahasiswa dalam menyelesaikan Program S3 ilmu
pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam
melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu
disiplin Ilmu Pendidikan.
v Metode
Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Metode
penulisan karya tulis ilmiah adalah salah satu cara untuk pelaksanaan secara
sistematis dan objektif yang mengikuti langkah-langkah menulis karya ilmiah
sebagai berikut:
1.Melakukan
observasi dan menetapkan masalah dan tujuan
Ini
merupakan langkah-langkah menulis karya ilmiah yang pertama, yaitu melakukan
pengamatan atas objek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan
diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan anda
dalam proses penulisan atau penelitian.
2.Menyusun
hipotesis
Langkah-langkah penulisan karya ilmiah yang
kedua merupakan menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari objek
penelitian anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika anda
mengamati objek penelitian.
3.Menyusun
rancangan penelitian
Selanjutnya
anda menyusun rancangan penelitian sebagai langkah ketiga dari langkah-langkah
menulis karya ilmiah. Langkah ini merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang
dilakukan.
4.Melaksanan
percobaan berdasarkan metode yang direncanakan
Langkah keempat ini merupakan
kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian
yang dilakukan. Anda melakukan percabaan yang signifikan dengan objek
penelitian.
5.Melakukan
pengamatan dan pengumpulan data
Setelah
melakukan percobaan atas objek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka
selanjutnya anda melakukan pengamatan terhadap objek percobaan yang dilakukan
tersebut.
6. Menganalisis
dan menginterpretasikan data
7.
Mengrumuskan
kesimpulan dan atau teori
8. Melaporkan
hasil penelitian
D. KEGUNAAN KARYA TULIS ILMIAH
a. Melatih untuk mengembangkan
keterampilan membaca yang efektif;
b. Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
c. Mengenalkan dengan kegiatan
kepustakaan;
d. Meningkatkan pengorganisasian fakta
atau data secara jelas dan sistematis;
e. Memperoleh kepuasan intelektual;
f. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
g. Sebagai bahan acuan atau penelitian
pendahuluan untuk peneliti selanjutnya;
E. SYARAT-SYARAT KARYA TULIS ILMIAH
a. Komunikasi
b. Kata dan kalimat yang disusun penulis
hendaknya bersifat denotatif
c. Bernalar
d. Ekonomis
e. Berdasarkan landasan teoritis yang
kuat
f. Tulisan harus relevan dengan disiplin
ilmu tertentu
g. Memiliki sumber penopang mutakhir
h. Bertanggung jawab
F.
SISTEMATIKA KARYA TULIS ILMIAH
A. BAGIAN PEMBUKA
1. Halaman sampul
2. Halaman judul
3. Halaman pengesahan
4.
Abstraksi
5. Kata pengantar
6. Daftar isi
7. Daftar Tabel, Gambar, Grafik, dan
lain-lain
B. BAGIAN ISI
BAB
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang masalah
1.2 Rumusan
masalah
1.3 Tujuan
penelitian
1.4 Manfaat
penelitian
BAB
2 KAJIAN TEORI / KAJIAN PUSTAKA / LANDASAN TEORI
2.1
Pembahasan teori
2.2
Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
2.3
Pengajuan hipotesis
BAB
3 METODE PENELITIAN
3.1
Jenis Penelitian
3.2
Lokasi dan waktu penelitian
3.3
Populasi dan sampel penelitian
3.4
Metode dan rancangan penelitian
3.5
Instrumen penelitian
3.6
Teknik analisis data
BAB
4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil
4.2
Pembahasan
BAB
5 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
5.2
Saran
C.
BAGIAN AKHIR
Lampiran
Biodata penelitian
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Karya ilmuah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan
fakta umum yang ditulis atau dikerjakan sesuai dengan tata cara ilmiah dan
mengikuti pedoman dan konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan.
Karya ilmiah merupakan suatu sajian bentuk karangan yang dinamis. Karya ilmiah
bukan “pakem” keilmuan sehingga penyajiannya harus menuntuk sesuatu yang statis
dari waktu ke waktu.
Dalam penulisannya memiliki metode penulisan yang meliputi
beberapa tahap. Karya ilmiah juga harus memenuhi syarat-syarat penulisan karya
tulis ilmiah diantaranya adalah karya tulis ilmiah harus menyajikan fakta
secara sistematis, penulisannya cermat, tepat dan benar, sistematis, tidak
memuat pandangan pendukung, menggunakan bahasa ilmiah, tidak emotif, tidak
memancing pertanyaan yang bernada keraguan, tidak persuasive dan
melebih-lebihkan.
B. SARAN
Selain untuk tugas kelompok, kami harap dengan adanya makalah
ini mahasiswa menjadi lebih teliti dalam mengerjakan tugas karya tulis ilmiah
seperti laporan atau makalah yang diberikan oleh Dosen. Serta dengan adanya
makalah ini Mahasiswa dapat lebih semangat dalam mengikuti karya tulis ilmiah.
DAFTAR PUSTAKA
Nazaruddin,
M Hum. 2015. Bahasa Indonesia. Mataram:
Institut Agama Islam (IAIN) Mataram.
Candrayani
Amalia,dkk. 2015. Bahasa
Indonesia—Penelitian. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.


Komentar
Posting Komentar