MAKALAH
TENTANG
“ASPEK-ASPEK YANG MEMPENGARUHI AKHLAK”


DISUSUN OLEH :
KELOMPOK IA PERBANKKAN SYARIAH
1705020037
HAJRATUL UNSYA
170502011
ARTA ANGGRIANI HARIATI
170502006
NURUL PERTIWI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
2017/2018
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang,kami panjatkan puja dan puji syukur  atas kehadirat-Nya,yang telah melimpahkan rahmat,hidayah,dan inayah-Nya kepada kami,sehingga kami dapat menyelesaikan makalah AKHLAK TASAWUF tentang aspek-aspek yang mempengaruhi akhlak.
            Makalah AKHLAK TASAWUF  ini telah kami susun secara maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai sumber buku sehingga dapat memperlancarkan pembuatan makalah ini.untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih  Terlepas dari semua itu,kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala asaran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
            Akhir kata kami berharap semoga makalah AKHLAK TASAWUF tentang aspek-aspek yanh memengaruhi akhlak.ini dapat diterima memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.


                                                                                     MATARAM, 27 SEPTEMBER 2017
                                   
                                                                                                                         Penyusun

                                                                                                            Kelompok 1


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................................................................ii
PENDAHULUAN............................................................................................................................1
1.      LATAR BELAKANG.................................................................................................................1
2.      RUMUSAN MASALAH............................................................................................................1
3.      TUJUAN PEMBAHASAN..........................................................................................................1
PEMBAHASAN...............................................................................................................................2
1.      PENGERTIAN ASPEK.............................................................................................................2
2.      HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI......................................................................................2
Ø  ADAT KEBIASAAN.................................................................................................................2
Ø  INSTING...................................................................................................................................3
Ø  LINGKUNGAN.........................................................................................................................3
Ø  MEDIA INFORMASI................................................................................................................4
Ø  POLA DASAR BAWAAN.........................................................................................................4
Ø  NAFSU.......................................................................................................................................5
Ø  KEHENDAK DAN TAKDIR......................................................................................................6
KESIMPULAN.................................................................................................................................8
      DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................................9






BAB I
PENDAHULUAN

1.   LATAR BELAKANG
Sebagai umat manusia kita harus senantiasa taat menjalankan perintahnya agam,yaitu dengan menjalankan segala perinth allah,serta meninggalkan apa-apa yang dilarang olehnya,dia abad 21 ini,mungkin banyak diantaranya kita yang masih kurang memperhatikan dan mempelajari akhlak.yang perlu diingat,bahwa tauhid sebagai inti dari ajaran agama islam yang memng seharusnya kita utamakan ,disamping mempelajari akhlak.karena tauhid dan baik akhlaknya berarti ia adalah sebaik-baiknya manusia.
Namun,pada pertanyaannya dilapangan diusaha-usaha pembinaan akhlak melalui berbagai lembaga pendidikan dan melalui berbagai macam metode terus dikembangkan.ini menunjukkan bahwa akhalk perlu dibina.dari pembinaan tersebut akan terbentuk pribadi-pribadi muslimah yang berakhlak mulia,taat kepada Allah dan rasul-Nya hormat kepada ibu bapak  dan saying kepada sesama mahluk ciptaan Allah.
Dengan demikian pembentukkan akhlak dapat diartikan sebai usaha-usaha sunguh-sungguh dalam rangka membentuk akhlak anak ,dengan menggunakan  sarana pendidikan dan pembinaan yang terprogram dengan baik dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh  dan konsisten.

B. RUMUSAN MASALAH
1.      Jelaskan apa yang di maksud dengan aspek?
2.      Apa saja aspek-aspek  yang mempengaruhi akhlak?
C. TUJUAN MAKALAH
1.      Menjelaskan pengertian aspek.
2.      Untuk mengetahui  aspek-aspek yang mempengaruhi bentuk akhlak.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN ASPEK
              Tasawuf adalah mengingatkan diri kepada kelakuan-kelakuan baik menurut syariat secara lahir dan bathin,dan itu adalah akhlak mulia.ungkapan kelakuan-kelakuan baik menurut syariat atau (al-adab al-syar’iyyah) dalam perkataan ibnu al-arabi ini menunjukkan bhwa tasawuf harus berpedoman kepada syariat.menurut sufi ini,syarit adalah timbangan dan pemimpin yang harus diikuti dan di taati oleh siapa saja yang mengiginkan keberhasilan tasawuf.aspek adalah segala sesuatu yang dikaji.dalam aspek ilmu tasawuf  memiliki 2 aspek yaitu:aspek lahiriah dan aspek bathiniah:
1.   Aspek lahiriyah adalah kulit, rambut, wajah, reputasi dan kebutuhan hidup. aspek lahiriah akan merosok ,menjadi tua dan sakit-sakitan.tak ada manusia yang abadi ,satu persatu pasti mati.demikianlah manusia lahiriahnya akan dilupakan.
2.   Aspek batihniah adalah roh dan jiwa.

B.     HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI AKHLAK
1)   ADAT DAN KEBIASAAN
Adat/kebiasaan adalah setiap tindakan dan perbuatan seseorang yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan.perbuatan yang telah menjadi adat kebiasaan,tidak cukup hanya diulang ulang saja ,tetapi harus disertai dengan kesukaan dan kecendrungan hati terhadapnya.
Segala perbuatan yang baik atau buruk,akan menjadi adat atau kebiasaan kerna ada 2 faktor yaitu :”kesukaan hati kepada sesuatu pekerjaan dan menerima  kesukaan itu dengan melahirkan sesuatu eprbuatan,dengan diulang-ulang  secukupnya’’.ada pun berulangnya sesuatu perbuatan saja,(yakni menggerakan anggota tubuh dengan perbuatan).seperti seorang murid yang mals pergi kesekolah,dia pergi ke sekolah hanya karna tekanan dari orang tua,sehingga apabila tidak ada tekanan orang tua tersebut maka ia tidak akan mau kesekolah.    

2)      INSTING
Aneka corak refleksi sikap,tindakan dan perbuatan manusia dimotivasi oleh insting seseorang(dalam bahasa arab disebut gharizah). Insting merupakan seperangkat tabi’at yang dibawa manusia sejak lahir.menurut james insting adalah suatu alat yang dapat menimbulkan perubahan yang menyampaikan pada  tujuan dengan berfikir lebih dahulu kearah tujuan itu dan tiada dengan didahului latihan perubahan itu. Para psikolog menjelaskan bahwa insting (naluri) berfungsi sebagai motivator penggerak yang mendorong lahirnya tingkah laku.
Ø  Macam-Macan Insting
a.       Insting Menjaga Diri Sendiri
     Kami melihat setiap binatang baik yang besar ataupun yang kecil, tinggi, atau rendah, selalu berusaha sejak hari lahirnya untuk berkembang, berusaha apa yang ia dapatkan untuk menghasilkan makanan, dan dapat lolos dari kematian. Insting untuk menjaga diri sendiri memenuhi di atas permukaan bumi dengan beberapa juta tubuh yang tidak terhitung dari tubuh-tubuh yang hidup. Tubuh-tubuh tersebut hidup, karena akan hidup dengan instingnya.
b.      Insting Menjaga Lawan Jenis
Kecendrungan menjaga lawan jenis adalah insting yang paling kuat dan insting yang paling banyak kelihatan dalam kehidupan. Dengan gambaran yang lebih nyata ialah suka bercumbu-cumbuan, yaitu jatuh cinta antara laki-laki dan perempuan. Insting ini bersumber dari perilaku manusia. Insting menjaga lawan jenis, terkadang amat kuat, sehingga lemahnya insting menjaga pribadinya. Maka tidak sedikit kedua orang tua meninggalkan kesenangannya untuk kesenangan anak-anaknya, bahkan terkadang seorang ibu mengorbankan dirinya untuk kepentingan anaknya.
c.       Insting Merasa Takut
Insting merasa takut ini adalah factor yang sebesar-besarnya bagi pendidikan, untuk kebaikan dan kemaslahatan manusia menghendaki takut yang sedang; karena dilingkungan kita macam-macam dari musuh yang menghendaki kejatuhan kita, sedangkan kita tidak dapat menyelamatkan diri sendiri kecuali karena takut bahaya yang mengancam diri kita.

3.      LINGKUNGAN
Lingkungan adalah suatu yang melingkupi tubuh yang hidup.lingkungna manusia merupakan apa yang melingkunginya dari negeri,sungai,lautan,udara dan bangsa.dalam konteks akhlak,lingkungan merupakan factor yang mempengaruhi dan menentukakkan tingkah laku umat manusia.lingkungan dalam hal ini dapat mematangkan pertumbuhan bakat yang dibawa seseorang.jika kondisi lingkungannya tidak baik  maka akan membawa damapk buruk bagi seseorang.
Lingkungan ada dua jenis, yaitu sebagai berikut :
1.   Lingkungan Alam. Alam ialah seluruh ciptaan Tuhan baik dilangit maupun dibumi Selain Allah. Lingkungan alam telah lama menjadi aspek yang mempengaruhi dan menentukan tingkah laku manusia. Lingkungan alam dapat menghalangi bakat seseorang, namun alam juga mampu mendukung untuk meraih segudang prestasi. Sebagai contoh, masyarakat yang tinggal digunung dan hutan, mereka akan hidup sebagai seorang pemburu dan petani yang berpindah-pindah.
2.   Lingkungan Pergaulan. Lingkungan ini mengandung susunan pergaulan yang meliputi manusia seperti di rumah, sekolah, tempat kerja, dan kantor pemerintahan. Lingkungan pergaulan dapat mengubah keyakinan, akal pikiran, adat istiadat, pengetahuan, dan akhlak.
Lingkungan pergaulan terbagi menjadi tujuh kelompik :
a.       Lingkungan dalam rumah tangga. Akhlak orang tua dirumah dapat mempengaruhi tingkah laku anggota keluargannya dan anak-anaknya. Oleh karena itu, orang tua itu harus dapat me njadi contoh suri teladan yang baik terhadap anggota keluarganya dan anak-anaknya.
b.      Lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah dapat membentuk pribadi siswa-siswanya. Sekolah agama berbeda dengan sekolah umum. Kebiasaan dalam berpakaian di sekolah agama dapat membentuk kepribadian berciri khas agama bagi siswanya baik diluar sekolah maupun dirumahnya.
c.       Lingkunagan pekerjaan. Suasana kerja di kantor, di bengkel, di lapangan terbuka, sopir, dan buruh, masing-masing mempunyai cirri khas yang berbeda-beda. Lingkungan pekerjaan sangat rentan terhadap pengaruh perilakudan pikiran seseorang. Jika lingkungan pekerjaan adalah orang-orang yang baik akhlaknya maka ia akan menjadi baik dan begitu pun sebaliknya.
d.      Lingkungan organisasi. Orang yang menjadi salah satu anggota organisasi akan memperoleh anspirasi yang digariskan organisasinya. Cita-cita itu mempengaruhi tingkah lakunya. Ini tergantung AD/ART organisasi itu sendiri,
e.       Lingkungan jamaah. Jamaah yaitu semacam organisasi tetapi tidak tertulis. Seperti jamaah tabliqh, jamaah masjid, jamaah dalam warid pengajian. Lingkungan semacam ini juga dapat mengubah perilkau manusia dari yang tidak baik menjadi baik.
f.       Lingkungan ekonomi atau perdagangan. Semua manusia membutuhkan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Karena ekonomi dapat menjadikan manusia buas, mencuri, merampok, korupsi, dan segala macam bentuk kekerasan, jika dikuasai oknum yang berakhlak Madzmumah. Sebaliknya, lingkungan ekonomi dapat membawa kesejateraan hidup di dunia dan akhirat jika dikuasai oleh orang-orang yang berilmu, beriman, dan bertaqwa kepada Allah.
g.      Lingkungan pergaulan bebas atau umum. Pergaulan bebas dapat menghalalkan segala cara untuk mewujudkan impiannya. Biasanya mereka menyodorkan kenikmatan sesaat, yaitu minuman keras, wanita-wanita cantik, seks, permainan judi, dan segala bentuk kezaliman. Biasanya dilakukan pada malam hari. Namun jika pergaulan bebas itu bersama dengan para alim ulama, cerdik pandai, dan kegiatan-kegiatan bermanfaat, maka dapat menyebabkan kemuliaan dan mencapai derajat yang tinggi.      
             
4.      MEDIA INFORMASI.
Media informasi adalah salah satu alat dalam proses komunikasi,karena media informasi menjangkau khalayak yang lebih luas dan relatif lebih banyak,heterogen,anonim,pesannya bersifat abstrak  dan terpencar.media informasi itu seperti televise,radio,majalah,Koran,internet dll dan juga media informasi  sering  dipahami sebagai  perangkat-perangkat yang diorganisir untuk memberikan informasi secara terbuka kepada khalayak luas dan dapat diakses secara massal.jadi,Pengaruh penting dari media informasi ,contohnya televise terhadap akhalak adalah menonjolkan perilaku imitative,yaitu sikap meniru tanpa menyaringnya dan membabi buta,terutama bagi anak-anak yang pada umumnya selalu meniru apa yan mereka lihat.oleh karena itu ,peran orang tua itu sangat dibutuhkan.

5.      POLA DASAR BAWAAN
Manusia memiliki sifat ingin tahu, karena dia datang kedunia ini dengan serba tidak tahu (La ta’lamuna Syaian). Apabila seeorang mengetahui sesuatu hal dan ingin mengetahui sesuatu yang belum diketahui, bila diajarkan padanya maka ia merasa sangat senang hatinya. Tingkat kesenangan itu dibagi menjadi dua, yaitu :
1.      Faiddzat, yaitu kepuasan
2.      Sa’adah, yaitu kebahagian
Bertambah banyak yang diketahui bertambah naiklah tingkat kepuasan dan bertambah pula rasa kebahagiaan.

6.   NAFSU
1.      Pengertian Nafsu
Nafsu berasal dari bahasa arab, yaitu nafsun yang artinya ni’at. Nafsu ialah keinginan hati yang kuat. Nafsu merupakan kumpulan dari kekuatan amanah dan sahwat yang ada pada diri manusia. Menurut agus sudjanto, nafsu adalah hasrat yang besar dan kuat, ia dapat mempengaruhi seluruh fungsi jiwa. Nafsu selalu mendorong kepada hal negatifyang perlu diperbaiki dan dibina. Cara membina nafsu ini ialah dengan tazkiyat an-nafsi, maksudnya pembersihan jiwa dan juga meliputi pembinaan dan pengembangan jiwa. Nafsu dapat menyingkirkan semua pertimngan akal, mempengaruhi peringatan hati nurani dan penyingkiran hasrat baik lainnya. Contohnya : nafsu bermain judi.
Dikalangan ahli tasawuf berpendapat bahwa nafsu ialah semua sifat tercela yang ada pada diri manusia dan mesti dikendalikan. Nabi bersabda : “Musuh yang paling berat disisimu ialah nafsumu dan berada diantara kedua punggungmu.” Menurut ilmu akhlak, nafsu terbagi menjadi dua macam, yaitu : Nafsu individual (perseorangan), misalnya nafsu makan, minum, dan lain-lain. Nafsu sosial (kemasyarakatan), misalnya meniru, nafsu berkumpul dengan orang lain, mengeluarkan anspirasi, bermasyarakat dan lain-lain.
2.      Hubungan nafsu dengan akhlak
Perasaan yang hebat dapat menimbulkan gerak nafsu dan sebaliknya nafsu dapat menimbulkan akhlak baik dan akhlak buruk yang hebat, adakalanya kemampuan berpikir dikesampingkan.
3.      Pembagian nafsu
Nafsu merupakan salah satu potensi yang diciptakan Tuhan dalam diri manusia hingga ia dapat hidup , bersemangat, dan lebih kreatif. Nafsu sangat penting bagi kehidupan manusia.

Nafsu-nafsu pada manusia ada tiga, yaitu :
Ø  Nafsu amarah, yaitu nafsu yang melahirkan bermacam-macam keinginan untuk dapat dipenuhi. Nafsu ini belum memperoleh pendidikan da bimbingan sehingga belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Ø  Nafsu lawwamah, yaitu nafsu yang menyebabkan manusia terlanjur untuk melakukan kesalahan dan menyesali perbuatan yang telah dilakukannya itu.
Ø  Nafsu muthmainnah, yaitu nafsu yang telah mendapatkan tuntutan, bimbingan, pemeliharaan yang baik dan pendidikan. Nafsu ini dapat mendatangkan ketenangan batin, melahirkan sikap dan akhlak yang baik, membentengi diri dari perbuatan keji dan mungkar, bahkan mengahalauaneka ragam kejahatan dan kejelekan, selalu mendorong untuk melakukan kebaikan dan menjauhi maksiat.

7.      KEHENDAK DAN TAKDIR
1.      Kehendak
Kehendak menurut Bahasa ialah kemampuan, keinginan, dan harapan yang keras. Kehendak, yaitu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu yang merupakan kekuatan dari dalam hati, bertautan dengan pikiran dan perasaan. Melakukan suatu perbuatan yang diinginkan maupun yang dihindari itu dinamakan kehendak. Kehendak ialah suatu kekuatan yang mendorong melakukan perbuatan untuk mencapai suatu tujuan.
Kekuatan kehendak adalah rahasia kemenangan dalam hidup dan tanda bukti bagi orang-orang yang besar. Kehendak yang sakit dapat diobati dengan beberapa macam obat :
ü  Bila kehendak itu lemah dapat diperkuat dengan latihan.
ü  Kehendak dihidupkan dengan agama, dengan menjalankan syariat sehingga dapat terbimbing kepada yang baik.
ü  Memperkenalkan jiwa pada jalan yang baik dan menghindari jalan yang buruk menurut ajaran agama.
2.      Takdir
Takdir yaitu ketetapan Tuhan, apa yang sudah ditetapkan Tuhan sebelumnya atau nasib manusia. Secara bahasa takdir adalah ketentuan jiwa, yaitu sesuatu peraturan tertentu yang telah dibuat oleh Allah SWT. Baik aspek structural maupun aspek fungsionalnya untuk segala yang ada dalam alam semesta yang maujud ini. Garis takdir itu ghaib bagi manusia, tak seorangpun yang mengetahui takdir yang telah ditentukan Tuhan bagi dirinya, tidak ada yang tau apa yang akan terjadi atas dirinya besok. Tetapi sekalipun takdir itu telah ditetapkan, namun Tuhan member kuasa juga kepada manusia untuk berusaha dan berikhtiar dalam lingkungan takdir.
Aliran-aliran dalam ilmu teologi berpendapat tentang takdir secara beragam, yaitu sebagai berikut :
1.      Aliran natipisme. Aliran ini mengatakan, “bahwa segala sesuatu khususnya manusia telah ditakdirkan Tuhan sejak lahir.”
2.      Aliran empirisme. Aliran ini kebalikan dari aliran natipisme, Pakarnya ialah John Locke yang mengatakan “takdir itu bisa diubah oleh manusia sendiri.”
3.      Aliran konvergensi. Aliran ini merupakan aliran yang  netral, mengatakan, “manusia itu dalam kehendak sudah terikat sejak lahir, akan tetapi bisa dirubah oleh manusia itu sendiri”
Dalam Al-Qur’an berkali-kali disebutkna masalah takdir itu seperti :
1.Segala sesuatu itu terlaksana dengan takdir Allah.
2.Segala sesuatu dalam perbendaharaan takdir Allah.
3.Segala sesuatu diciptakan dengan kekuatan takdir Allah.
Adapun hikmah keimanan kepada takdir, supaya kekuatan dan kecakapan manusia itu dapat mencapai kepada pengertian untuk menyadari adanya peraturan dan ketentuan-ketentuan Tuhan, kemudian dilaksankan untuk membina dan membangun akhlak baik dengan bersediakan ajaran-Nya, juga untuk mengeluarkan harta benda yang terdapat dalam perbendaharaan bumi agar dapat diambil kemanfaatannya.


     



BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Keimanan itu dalam hidup manusia dapat bertambah atau berkurang disebabkan oleh pengaruh yang datang dari dalam dan dari luar dirinya, yaitu berupa pengaruh lingkungan hidup yang dialaminya. Disebabkan oleh beberapa factor diantaranya, tingkah laku manusia, insting, pola dasar bawaan, nafsu, media informasi, adat dan kebiasaan, pendidikan, lingkungan, takdir, dan kehendan dan sebagainya.

B.     SARAN DAN KRITIK
Kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan oleh penulis dalam memperbaiki makalah ini, karena penulis tau bahwa dalam penulisan makalah ini banyak sekali terdapat kesalahan dan auh dari kata sempurna. Wallahu’alam bissawab.
















DAFTAR PERPUSTA
Nata .Prof.Dr.H.Abuddin,M.A,akhlak tasawuf. Mustofa.A.Drs.H.,Akhlak tasawuf,cv.pustaka setia,bandung,2010. Abdullah.Drs.m.yatimin.M.A.studi akhlak dalam perspektif al-Qur’an. Mustopa.Drs.H.A.Akhlak tasawuf,untuk fakultas tarbiyah komponen MKDK. Hajjaj.Dr.Muhammad fauqi.tasawuf islam dan akhlak.



Komentar